Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Hidup Santai Tanpa Beban dalam 5 Hal Ini!

Cara Hidup Santai Tanpa Beban
Freepik.com

Sebelum menjelaskan cara hidup santai tanpa beban, saya akan memberikan poin-poinnya dulu tentang hal-hal apa saja sih yang perlu dibikin santai.

Nah, jadi, ada lima hal yang perlu kita jalani dengan santai. Mulai dari pekerjaan, pernikahan, karir, sifat sendiri, dan keluarga. Kelima hal ini akan saya bahas tuntas berdasar pada pengalaman sendiri dan berdasar juga pada keresahan anak muda masa kini.

Sebab, faktanya, anak muda seperti saya kebanyakan mempunyai kegelisahan itu tidak terlepas dari lima hal tersebut. Oleh sebab itu, saya rasa menarik sekali untuk dijelaskan pada artikel hari ini. Berikut adalah ulasannya:

Cara hidup santai tanpa beban

1. Hidup santai tanpa beban dalam hal pekerjaan

Pekerjaan adalah hal utama yang paling digandrungi oleh anak muda. Anak muda mana sih yang nggak mau memiliki banyak penghasilan. Atau, setidaknya, penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Sudah pasti bahwa setiap anak muda ingin mendapatkan penghasilan, terutama dalam hal pekerjaan. Nah, bagi anak muda yang belum bekerja, maka ada baiknya ikhtiar dulu sebagai bentuk untuk memperoleh pekerjaan.

Adapun pengin dapat uang dari hobi sendiri, maka geluti hobi tersebut sampai benar-benar ahli dan sampai kamu menghasilkan banyak uang. Semua, tentu saja, melalui proses jatuh-bangun untuk masuk ke tahap benar-benar dapat orderan banyak dari hobi kamu itu.

Ada baiknya, santai juga dalam menghadapi pekerjaan orang lain yang sudah dapat gaji tinggi. Setinggi apapun gaji kalau tidak mampu mengelola uangnya, bakal habis juga. Santai juga ketika kamu dibanding-bandingkan dengan pekerjaan orang lain.

Selagi kamu ikhtiar, maka kelak kalau sudah waktunya dapat pekerjaan, maka bakal dapat. Jadi, jangan diambil pusing. Saya sendiri kerjaan ngeblog, menulis, dapat uang dari Adsense atau dari orderan orang yang nyuruh nulis, jadi dinikmati aja.

Santai di sini, bukan berarti diam. Tapi, ada geraknya untuk menggapai cita-cita yang kita inginkan. Sesederhana itu.

2. Hidup Santai dalam Pernikahan

Ini dia salah satu keresahan yang mungkin selalu saja kepikiran bagi anak muda. Keresahan yang tidak memandang pekerjaan. Maksud saya, mau orang yang sudah bekerja ataupun belum bekerja, pasti soal, saya nikah kapan ya? Selalu kepikiran.

Oleh sebab itu, santainya dalam artian mencari dan tenang saja. Sesekali sambil tengok juga bahwa perceraian itu terjadi ketika finansial kurang mencukupi. Nah, saat penghasilan kita masih sedikit, ada baiknya tidak usah terburu-buru ingin menikah.

Nabung saja dulu, berinvestasi saja dulu untuk nantinya dipakai saat kamu menikah. Menikah juga sama seperti mendapatkan pekerjaan, menunggu waktu saja. Atau kadang setelah menikah, kita bakal dapat pekerjaan, lho!

Lagi-lagi dibawa tenang dan santai aja perihal pernikahan. Yakin sih kalau sudah punya niat dan siap, pasti dipertemukan jodohnya.

3. Hidup Santai dalam Karir

Karir biasanya lebih mengarah ke orang-orang yang sudah bekerja. Mereka sering kepikiran karir kedepannya mau ngapain aja, gitu. Mengingat, mungkin, karir orang lain sudah oke kalau dibandingkan dengan dirinya sendiri.

Nah kan boro-boro orang yang lagi nganggur, masalah hidup bagi orang bekerja pun tetap saja ada. Oleh sebab itu, kita harus paham bahwa masalah datang tidak bagi diri kita sendiri. Orang lain pun mengalami masalah serupa.

Apalagi orang-orang yang berkarir, jiwanya sangat kompetitif. Sehingga, ketika rekan pesaingnya lebih tinggi, ingin tinggi juga. Jadi, santai juga lah kita mah.

4. Hidup Santai Menerima Sifat sendiri

Pada usia dewasa, seharusnya kita menerima sifat kita sendiri yang segini adanya. Sekiranya mungkin bisa diubah, ya ubah. Kalau susah, ya terima dengan lapang dada saja.

Jangan pernah memaksakan diri bahwa apakah dengan sifat kita yang begini, ada yang menerima kita? Pertanyaan ini balik lagi ke masalah jodoh tadi. Sebenarnya bakal ada yang menerima, kalau kitanya berani terus terang kepada dia sebelum fiks ingin menikah.

Jadi, terimalah sifat diri sendiri selama kurang bisa diubahnya. Ini akan meringankan beban kamu, terima dari pola pikir kamu yang terus kepikiran masalah sifat ini.

5. Hidup Santai dalam Memandang Keluarga

Faktor keluarga juga sebaiknya dibawa tenang saja selama berani ngomong dan berkomunikasi dengan cara pendekatan-pendekatan dan ngasih pemahaman-pemahaman terbaik. Keluarga kita bakal ngerti soal gaji, penghasilan, pengeluaran, dan lain-lain.

Jangan merasa diri kita seolah dituntut ini-itu. Semua masalah dituntut akan hilang dengan sendirinya kalau kita ngasih pemahaman kepada mereka.

Terus aja berprogres. Terus aja memperbaiki masalah. Sedikit demi sedikit masalah keluarga bakal teratasi dengan baik. Sesederhana itu.

Manfaat hidup santai tanpa beban

Tidak ada manfaat lain yang bakal kita rasakan selain hidup nyaman aja, tenang aja, nggak istilah iri melihat pencapaian orang lain dan sebagainya. Selagi tahap hidup nyaman dan tenang ini masih ada di tahap yang normal, tidak berlebihan.

Banyak lah manfaat yang dirasakan. Kita tidak terlalu ambisius seperti kebanyakan orang yang kerap melakukan segala macam untuk mendapatkan banyak harta, jabatan, dan lain sebagainya. Hidup tenang pun memang akan memberi ketenangan yang berarti bagi kita semua

Karena, perlu diingat bahwa akhirat lah tempat di mana hidup kita abadi, selamanya, dan kekal di dalamnya. Maka tidak perlu gusar hidup di dunia ini karena di sana, kelak, ada tempat yang akan memberikan kita ketenangan kalau di dunianya hidup kita taat dan selalu tenang sentosa di hadapan Tuhan yang Maha Esa.

Ingat, ini berdasar pada pengalaman pribadi. Jadi, itulah cara hidup santai tanpa beban, teruma dalam lima hal di atas. Sekian.

Posting Komentar untuk "Cara Hidup Santai Tanpa Beban dalam 5 Hal Ini!"