Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Cara Mengaplikasikan Gaya Hidup Hemat di Usia Dewasa

Cara Mengaplikasikan Gaya Hidup Hemat di Usia Dewasa
Freepik.com

Bicara soal cara mengaplikasikan gaya hidup hemat di usia dewasa maka poin pentingnya tak terlepas dari mengatur keuangan yang kita miliki. Sebab, hemat erat kaitannya dengan mengatur pengeluaran. Dan hidup hemat itu sebenarnya perlu, terutama bagi orang-orang yang penghasilannya atau pemasukannya tidak terlalu banyak.

By the way, saya sering mendengar keluh-kesah dari orang-orang yang boros banget. Mereka ingin sekali hidup hemat, tapi katanya susah memulai dan cara mempraktekannya.

Nah, maka dari itu, pada artikel ini, berhubung saya tipikal orang yang sangat hemat, maka saya ingin berbagi saja tentang cara menjalani gaya hidup hemat pada usaha dewasa. Berikut diantaranya:

Cara mengaplikasikan gaya hidup hemat di usia dewasa

1. Beli barang saat sedang butuh, bukan saat tidak butuh

Ini adalah cara pertama yang kerap saya lakukan sejak saya muda hingga tumbuh dewasa. Saya tidak pernah membeli barang saat saya sedang tidak butuh. Tapi, saat saya butuh atau saat barang yang saya miliki sudah rusak, maka saya akan membelinya.

Contohnya beberapa bulan yang lalu, sepatu kesayangan saya rusak. Tidak mungkin saya memakai sepatu yang sudah rusak ketika saya keluar rumah. Maka dari itu, saya membeli sepatu baru karena memang jelas butuh. Istilahnya untuk mengganti sepatu yang sudah rusak itu.

Saat saya membeli sepatu pun, cukup sepasang sepatu saja. Tidak membeli banyak sepatu dengan tujuan untuk simpanan atau untuk jaga-jaga apabila sepatu baru yang saya beli tersebut rusak lagi. Tidak seperti itu. Pokoknya kalau ada barang yang saya pakai sudah rusak, saya pasti beli yang baru. Dan cukup satu saja.

2. Harga barang yang kita beli usahakan sesuai dengan isi dompet yang kita miliki

Kalau punya banyak uang, sekalian aja deh beli barang yang mahal, yang awet, dan yang berkualitas. Level hematnya nanti height banget kelihatannya karena ada keinginan beli barang yang awet. Tapi, kalau uang yang kita miliki nggak begitu banyak, maka sesuaikan saja dengan isi dompet.

Katakan lah beli sepatunya cuman buat dipake keluar rumah doang, entah buat kondangan atau travelling, maka belilah sepatu dengan catatan sesuaikan dengan isi dompet kita dan kita pun merasa nyaman, juga pas. Kalau misal harga sepatunya di bawah 200K, dan kita sanggup membelinya maka beli saja. Kalaupun kita nyaman dengan harga sepatu 100K, dan siap juga keadaan uangnya, ya beli.

Jadi, sesuai kesanggupan dan kenyamanan kita aja.

3. Hindari membeli barang saat sedang ingin

Kebutuhan dan keinginan itu berbeda. Bagi orang yang ingin gaya hidupnya hemat, wajib memahami perbedaan itu. Yang namanya kebutuhan, layaknya membeli sepatu tadi. Saat sudah rusak, berarti beli. Clear!

Sementara itu, keinginan berbeda lagi. Misalnya kita sudah membeli sepatu baru untuk menggantikan sepatu yang rusak, eh kita ngelirik sepatu futsal yang keren banget. Padahal, futsalnya jarang. Lantas, karena ingin, lalu membelinya. Padahal, tidak akan terpakai sesering mungkin seperti memakai sepatu kerja. Nahi inilah contoh dari keinginan.

Bagi orang yang hidupnya pengin hemat, hindari keinginan itu. Utamakan dulu membeli barang yang kita butuhkan saja. Paham, ya?

4. Menabung dengan cara punya ATM khusus

Salah satu cara untuk mengatasi boros dalam hidup, yakni dengan menabung. Dengan catatan, menabunglah di ATM khusus. Bukan ATM pribadi untuk narik uang setiap Minggu.

Menabunglah di ATM yang mana ATM kedua kita itu dipegang oleh orang lain. Entah dipegang oleh istri yang memang karakternya hemat, oleh orangtua, atau orang-orang yang kamu percayai.

Kamu sendiri pun bisa memegang ATM khusus buat nabung. Dengan perjanjian, jangan pernah narik uang di ATM khusus itu sekalipun. Diamkan saja. Cuekan saja. Jangan pernah lihat juga saldonya sudah berapa, dan usahakan komitmen sebulan sekali satu juta rupiah misalnya. Atau, nominalnya terserah diri kamu sendiri yang menentukannya.

Ingat bahwa menabung itu tanda kalau kamu ingin hidup hemat.

5. Jangan kebanyakan narik uang di ATM dengan nominal besar, sesuai kebutuhan per Minggu-nya saja

Misal, kalau kamu single, coba hitung dulu; berapa pengeluaran kamu dalam satu Minggu. Entah buat makan, jajan, dan lain-lain. Kalau misal pengeluaran dihitung-hitung bisa sampai 500K, maka ketika ke mesin ATM, tarik saja 500K.

Minggu depannya 500K, depannya lagi segitu juga, dan seterusnya. Lebih sedikit tidak apa-apa asal 10% saja. Dengan mengaplikasikan cara kelima ini, saya jamin, hidup kamu akan hemat.

6. Kurangi aktivitas nongkrong yang membahayakan pengeluaran

Nongkrong sesekali mah okelah untuk menghilangkan penat atau untuk mengusir kebosanan karena kamu mungkin diam di rumah mulu kerjaannya. Itu bahkan menjadi aktivitas yang perlu dilakukan. Entah buat sharing, dapat ilmu baru, dan masih banyak lagi.

Akan tetapi kalau keseringan terus, dan bahkan kamulah yang suka ngasih jajan ke temen-temen kamu, nah itu sebenarnya membahayakan untuk keuangan kamu. Sebab, secara tidak langsung, boleh jadi kamu tidak sadar bahwa kok uang kamu jadi secepat itu habisnya, ya. Padahal belum sempat beli ini-itu yang menyangkut dengan peralatan atau kebutuhan pekerjaanmu.

Berdasar pengalaman, ini masuknya ke nongkrong-nongkrong yang bersifat toxic. Yang mana perlu kamu minimalisir atau kurangi, dan kalau sanggup, berhenti saja sekaligus.

Demikian, itulah cara mengaplikasikan gaya hidup hemat di usia dewasa. Ini adalah usia yang cukup riskan dalam mengelola keuangan. Kalau tidak cukup mampu berhemat, boleh jadi kepusingan sedang menanti. Jadi, mulailah terapkan gaya hidup hemat!

Posting Komentar untuk "6 Cara Mengaplikasikan Gaya Hidup Hemat di Usia Dewasa"