Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Contoh Penerapan Sensory Self Care dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh penerapan sensory self care
Freepik.com

Contoh penerapan sensory self care sesungguhnya mudah saja kita lakukan. Terutama kalau diaplikasikan secara konsisten tiap hari. Sebab, ini merupakan salah satu jenis self care yang berkaitan dengan kesehatan indra, dan tentu saja kesehatan indra amat dibutuhkan oleh setiap orang.

Sama halnya seperti self care yang berhubungan dengan merawat fisik. Sensory self care pun perlu dipelihara dengan baik supaya semua indra dalam tubuh kita berfungsi secara maksimal.

Lebih dari itu, berbagai macam indra yang terdapat pada anggota badan kita perlu dijejali hal-hal menyenangkan agar mood kita selalu baik.

Untuk itu, mari perhatikan tentang definisi dari salah satu jenis self care ini dan simak juga bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Apa itu sensory self care?

Berdasar pemahaman saya, sensory self care ialah jenis perawatan diri yang dapat mendorong untuk kesehatan indra. Baik itu untuk indra pendengaran, penglihatan, penciuman, suara, maupun peraba.

Tipe self care ini merupakan metode yang efektif untuk mengantarkan pikiran kita dan juga bagus guna membantu meminimalisir stres yang muncul pada diri kita secara tiba-tiba.

Contoh penerapan sensory self care

1. Merasakan hembusan angin di luar rumah

Contoh pertama lebih kepada budaya yang kerap dipraktekan oleh orang Barat. Orang-orang Barat seringkali menghirup udara segar.

Biasanya udara fresh tersebut muncul di pagi hari. Atau kalau mereka tidak keluar di pagi hari, maka menjelang siang, mereka suka ke taman yang dipenuhi dengan daun-daun hijau. Daun-daun inilah yang memberikan efek luar biasa terhadap indra penciuman.

Bagi kita sendiri bisa juga mengaplikasikan poin pertama ini dengan lari pagi. Atau pergilah ke taman untuk merasakan hembusan angin tersebut. Dengan demikian ketika kita berhasil mengamalkan contoh pertama ini maka indra penciuman kita sudah menuju pengelolaan yang baik.

2. Mendengarkan podcast dengan berbagai tema yang Anda sukai

Di usia dewasa, mulailah menentukan tema podcast yang bikin Anda candu. Sehingga, indra pendengaran Anda nantinya kayak memiliki magnet tersendiri (istilahnya begitu) untuk ingin terus mendengarkan tema-tema podcast yang Anda gemari tersebut.

Saat Anda tertarik melulu mendengarkan tema podcast tersebut, maka secara tidak langsung indra pendengaran Anda sudah terawat dengan bagus. Impact-nya, mood Anda di hari itu terbilang bagus juga. Jadi, hindari mendengarkan podcast yang tidak ada faedahnya sama sekali.

3. Menyaksikan vlog dengan topik jalan-jalan luar negeri

Apakah Anda pernah menyaksikan vlog travelling ke luar negeri via YouTube? Dan kadang, Anda seolah berada di tempat tersebut. Atau Anda merasa diajak jalan-jalan oleh si vloggernya? Pasti pernah merasakan hal itu, kan.

Jika Anda merasakan demikian, maka inilah bentuk kesehatan indra penglihatan. Efeknya, Anda pun akan tertarik juga ingin keluar negeri bagaikan para vlogger yang Anda saksikan tersebut.

Apa manfaatnya bagi kesehatan?

Tentu saja kesehatan mata Anda yang awalnya mungkin ngantuk atau malas seharian jadi kebawa senang saat menonton vlog jalan-jalan keluar negeri tersebut. Ia akan memberikan kesehatan motorik pada indra penglihatan Anda.

4. Membeli minuman-minuman segar

Tidak ada salahnya mengeluarkan sebagian uang untuk membeli minuman segar meski harganya mahal. Mengapa? Sebab, indra perasa kita (lidah) membutuhkan kesegaran tersebut.

Saya pribadi ketika membeli minuman favorit, suka ada perasaaan senang sehingga mood menjadi baik. Rasanya kalau saya orang kaya, saya pasti akan membeli minuman favorit saya itu setiap hari.

Sayangnya, oleh karena hidup saya pas-pasan dan sedang mengaplikasikan hidup hemat sehingga diatur saja pengeluaran uangnya.

5. Makan di restoran enak

Sama halnya dengan membeli minuman, contoh kelima pun berkaitan juga dengan indra perasa. Mungkin sesekali perlulah makan di restoran enak agar lidah kita tidak dibikin penasaran dan iri melihat orang-orang makan di restoran enak.

Iya, kan?

Cara untuk menerapkan poin kelima ini adalah menabung dulu, barangkali. Atau ketika ada uang lebih, langsung gasss aja tanpa perlu lama-lama.

Saya yakin banyak orang yang bahagia saat makan di restoran enak. Sehingga, stress yang dialaminya teratasi dengan baik.

Manfaat Sensory Self Care

Luka di hati memang akan membuat perasaan sesak di dada. Seringkali luka ini menjadi sebuah kelemahan yang ada pada diri seseorang, bahkan kebanyakan orang mungkin pernah merasakannya. Kelemahan dari luka di hati sangat berbahaya apabila tidak segera disembuhkan dengan baik dan teliti. Maka dari itu, penting sekali untuk melakukan self care atau sensory self care.

Dengan melakukan self care, kamu bisa menyembuhkan luka yang ada pada hatimu. Kebanyakan orang memang sangat tertutup dengan apa yang dialaminya. Maka dari itu, jika kamu sedang merasakan semacam rasa sakit, kecewa, trauma, maupun luka hati lainnya.

Dan apabila kamu tidak ingin untuk membaginya kepada siapapun, kamu bisa lhp melakukan self care ini. Self care ini akan membantumu untuk mengurangi rasa sakit dan juga kecewamu perlahan-lahan. Dan pada akhirnya, rasa sakit dan kecewa akan hilang seiring waktu.

Jika kamu kemudian memiliki beban emosi, dan luka di hati, pastinya itu akan mengganggu sebagian aktivitas keseharianmu. Yang seharusnya bisa kamu lebih berkonsentrasi. Namun, karena adanya suatu perasaan sedih, kecewa, maupun trauma yang lagi kamu hadapi, kamu jadinya tidak bisa lagi mengerjakan segala sesuatu dengan baik.

Oleh karena itulah, self care bisa membantu kamu untuk menghilangkan segala bentuk kecemasan yang ada pada diri kamu. Sehingga, kamu bisa lebih produktif, baik itu di sekolahmu ataupun juga di pekerjaanmu.

Barangkali itu saja mungkin contoh penerapan sensory self care. Silakan jika ada tambahan, berikan komentar Anda di kolom komentar yang sudah kami sediakan.

Posting Komentar untuk "5 Contoh Penerapan Sensory Self Care dalam Kehidupan Sehari-hari"