Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Dampak Negatif dari Gaya Hidup Boros? Ini Jawabannya!

Apa Dampak Negatif dari Gaya Hidup Boros
Unsplash.com

Ada pertanyaan menarik yang ingin saya angkat pada materi hari ini. Pertanyaan ini tentu saja berkaitan dengan lifestyle anak remaja di zaman modern ini. Pertanyaannya adalah apa dampak negatif dari gaya hidup boros?

Berhubung saya pribadi tipe orang yang hemat, maka pertanyaan ini mudah banget untuk saya jawab. Dan, asal Anda tahu saja bahwa sebelum hidup saya hemat, saya pun dulu pernah punya pengalaman hidup boros. Sehingga, saya tahu beberapa dampak negatifnya.

Bukan hanya pengalaman saja sih, saya pun menengok orang-orang di sekitar saya, terutama teman-teman saya, yang mana gaya hidup sebagian teman saya tersebut ada yang royal banget pengeluarannya.

Untuk itu, mari kita kupas tuntas tentang dampak buruk dari gaya hidup konsumtif ini.

Apa itu gaya hidup boros?

Boros merupakan kebiasaan menggunakan uang guna memenuhi keinginan dan dilakukan hanya untuk sekadar bersenang-senang saja, tapi senang-senangnya itu selalu secara berlebihan.

Boros itu pada dasarnya tidak baik, namun kadang sulit dihindari oleh banyak orang. Gaya hidup ini biasanya muncul atau dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Mengapa ada orang yang gaya hidupnya boros?

Untuk mengetahui berbagai macam dampak buruk dari gaya hidup berlebih-lebihan ini, Anda harus paham dulu bahwa dilatarbelakangi oleh apa yang membikin seseorang menjadi boros. Kalau sudah tahu alasannya, maka nanti akan paham benang merahnya.

Jadi, berdasar pengamatan saya, alasan seseorang gaya hidupnya boros itu disebabkan karena dia tidak mampu mengatur pengeluarannya. Atau mungkin karakternya memang selalu ingin poya-poya dan ingin dianggap sebagai orang kaya.

Orang-orang yang suka menghambur-hamburkan harta dengan membeli barang atau sesuatu yang tidak jelas memang sudah sifatnya saja begitu. Mereka akan sadar bahwa gaya hidup ini tidak baik ketika uang mereka sudah menipis.

Sayangnya, sebagian dari mereka ada yang benar-benar sadar bahwa gaya hidup ini tidak layak diaplikasikan, namun selalu saja mengulang kesalahan yang sama, terutama saat uangnya sudah banyak kembali.

Apa dampak negatif dari gaya hidup boros?

1. Munculnya kegelisahan ketika tidak memiliki uang

Benar bahwa bagi banyak orang, akan gelisah saat tidak mempunyai uang. Namun, level kegelisahannya itu berbeda dengan orang boros, mereka sampai-sampai berani ngutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kegelisahan orang boros sangat parah jika dibandingkan dengan orang biasa yang terbiasa memiliki uang sedikit. Orang yang biasa dengan uang sedikit akan selalu punya cara untuk bertahan hidup. Entah itu menjual barang-barang yang dimilikinya, atau membuka usaha kecil.

Sementara itu, bagi orang yang gaya hidupnya boros, kadangkala suka minjem uang meski tak semuanya begitu.

2. Tertekan saat dirinya mengutang

Tekanan besar ketika mereka berhasil mengutang. Mereka akan menggunakan prinsip gali lubang dan tutup lubang. Bagaimana bisa mereka membayar utang jika hidupnya selalu menghambur-hamburkan harta?

Sekalipun ada uang, mungkin tidak akan membayarnya langsung ke si peminjam. Pasti selalu saja poya-poya dulu atau beli barang-barang keinginannya dulu dibanding membayar tagihan. Inilah tekanan hidup mereka.

3. Pemasukan dan juga pengeluaran tidak terkelola dengan baik

Jelas, si boros sifatnya tidak mampu memenej pemasukan dan pengeluarannya. Sekali pun gaji-nya besar banget, misalnya.

Oleh sebab itu, hanya untuk orang-orang hemat saja yang mamu mengaplikasikan gaya hidup non konsumtif ini. Si boros harus belajar mengelola uang yang masuk dan uang yang dibelanjakan jika dirinya ingin berhenti dari gaya hidup yang membahayakan ini.

4. Menjauhkan diri dari sikap tidak bersyukur kepada Tuhan

Orang boros itu sebagiannya ada yang uangnya banyak banget dari hasil kerja kerasnya, halal pula. Seharusnya mereka bisa bersyukur, eh nyatanya malah selalu merasa kekurangan. Padahal, bukan kekurangan, tapi sudah diberi rezeki lebih oleh Tuhan, dan seharusnya mampu bersyukur agar rezeki yang dikasih Tuhan lebih banyak lagi.

Pada intinya, orang boros itu boro-boro bersyukur. Yang ada malah selalu saja merasa kekurangan. Selalu saja merasa uang yang dimilikinya itu cepat habis. Coba kalau bersyukur, barangkali nikmat yang dikasih Tuhan bakal lebih maksimal lagi.

5. Sulit mengatur keuangan

Jelas, salah satu jawaban utama tentang apa dampak negatif dari gaya hidup boros, yaaa jawabannya adalah susah mengatur keuangan. Uang masuk tanggal 1, tanggal 7 sudah habis. Ini tandanya tidak becus mengatur keuangan.

Padahal, tolok ukur kesuksesan seseorang itu bisa dinilai dari seberapa mampu dirinya mengatur keuangan. Kalau uang sudah diatur dengan baik, maka ketenangan dalam hidup akan muncul.

6. Kesulitan dalam Membeli Properti

Memasuki masa usia 25 tahun, Anda mungkin mulai berpikir memiliki properti berupa rumah, tanah, atau mungkin bisnis tertentu sebagai bekal di hari tua. Namun, keinginan ini tidak akan terwujud apabila kita memiliki gaya hidup boros.

Dampak negatif gaya hidup boros memang tentu tidak akan muncul apabila Anda mengalokasikan 10% gaji bulanan berinvestasi atau sebagai tabungan dalam membeli properti.

7. Memicu Adanya Permasalahan dalam Keluarga

Dampak negatif dari hidup boros tak hanya menimpa diri sendiri, namun seringkali berimbas kepada anggota keluarga. Misalnya, pertengkaran yang kemudian dipicu oleh gaya hidup konsumtif salah satu pasangan.

Selain itu, utang akibat pemborosan dapat memicu masalah keluarga. Saat ini, sudah banyak kreditur yang tak segan-segan untuk meneror kerabat debiturnya ketika terjadi keterlambatan sebuah cicilan. Jika nanti sampai terjadi, tentu hubungan Anda dan keluarga menjadi kurang harmonis.

8. Tidak Mempunyai atau Memiliki Dana Darurat

Gaya hidup konsumtif memang dapat membuat Anda lupa bahwa terkadang kita akan menghadapi situasi darurat yang kelak menimbulkan pengeluaran cukup besar. Namun, oleh karena pemborosan, seringkali dana darurat itu jadi tidak tersedia.

Padahal, untuk menyisihkan dana darurat minimal 20% dari total penghasilan per bulan merupakan hal yang sangat penting. Meskipun nanti sifatnya spekulatif, namun jika suatu ketika timbul pengeluaran tak terduga, tentu Anda tidak perlu mencari pinjaman kesana-kemari.

Sesederhana itu.

Posting Komentar untuk "Apa Dampak Negatif dari Gaya Hidup Boros? Ini Jawabannya!"