Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gaya Hidup Hedonis: Contoh dan Cara Menghindarinya

Gaya Hidup Hedonis
Freepik.com

Gaya Hidup Hedonis - Kita pasti sering mendengar kalimat hedon dalam kehidupan sehari-hari, bukan? Kalimat-kalimat seperti, “Si Ujang mah hidupnya hedon euy, tiap hari makan di luar melulu”, atau kalimat seperti, “Keluarga itu mah hedon hidupnya, hobi banget koleksi mobil mewah dari dulu”.

Kita sering mendengar arti kata hedon. Apa sih memangnya hedon itu? Nah, kata hedon yang sering kita dengar tentu merupakan turunan dari kata hedonisme.

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup.

Dari sisi sejarah, hedonisme adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Yunani “Hedone” yang artinya kesenangan. Jika dijakarkan lebih jauh, hedonisme adalah gaya hidup yang berfokus untuk mencari kesenangan dan kepuasan tanpa batas.

Gaya hidup ini sangat menghindari yang namanya hidup susah, yang tidak menyenangkan sama sekali.

Contoh gaya hidup hedonis  

Contoh gaya hidup royal yang pernah kita lakukan, atau yang pernah kita saksikan adalah makan makanan junk food secara berlebihan, minum minuman beralkoh*l secara berlebihan, ataupun berbelanja barang-barang yang tidak terlalu penting dengan berlebihan. Tentu, gaya hidup ini adalah gaya hidup yang harus kita hindari.

Gaya hidup yang populer di zaman sekarang ini tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor yang melatarbelakangi kenapa manusia bisa seliar itu dalam hidup sampai melakukan gaya hidup tersebut. Pada dasarnya, secara naluriah, manusia adalah makhluk hidup yang sebisa mungkin ingin menghindari berbagai kesulitan dalam hidup.

Kesulitan dalam hidup yang saya maksud adalah kesulitan hidup yang membuat hidup kita tidak menyenangkan sama sekali. Misalnya, harus berjalan puluhan kilometer, harus hujan-hujanan, harus makan makanan tidak enak, harus bekerja setiap hari, dan berbagai kesulitan hidup lainnya.

Pada dasarnya, adalah naluri alami manusia yang ingin hidupnya serba nikmat. Punya mobil mewah yang bisa mengantarkannya kemana saja tanpa harus khawatir kehujanan. Bisa makan-makanan enak yang bisa membuatnya kenyang setiap hari. Bisa berlibur kapan saja ke tempat destinasi liburan yang diinginkan, dan berbagai kenikmatan lainnya dalam hidup.

Selain naluri alami manusia, gaya hidup ini pun dipengaruhi faktor eksternal seperti keluarga tempatnya lahir serta lingkungan tempat seseorang tumbuh dan berkembang.

Seseorang yang terlahir dari keluarga yang menyediakan berbagai kemudahan dan kemewahan cenderung menghasilkan pribadi-pribadi yang punya gaya hidup hedon. Seseorang yang tumbuh dan berkembang di lingkungan yang terbiasa hidup hedon pun cenderung memiliki gaya hidup yang hedon pula.

Meskipun tidak terlahir dari keluarga yang menyediakan berbagai kemudahan dalam hidup ataupun tumbuh dan berkembang di lingkungan yang terbiasa hidup hedon, saat ini kita cenderung lebih mudah untuk mengikuti hidup untuk hedon karena sajian gaya hidup hedon di media massa yang begitu masif.

Sejak puluhan tahun yang lalu, entah sudah berapa banyak orang yang menampilkan gaya hidup hedon di televisi, majalah, maupun surat kabar. Sayangnya, saat ini hedonisme yang ditampilkan banyak orang jauh lebih masif lagi, bisa kita saksikan di sosial media. Melihat orang yang melakukan hedonisme secara tidak langsung membuat kita jadi ingin melakukannya juga, bukan?

Memang, gaya hidup ini merupakan naluri alamiah manusia. Namun, hal tersebut bisa sangat menyesatkan jika kita terus-terusan menurutinya. Jika kita terus mengikuti naluri alamiah kita dengan melakukan gaya hidup hedon terus menerus, lama-lama, kita bisa jatuh pada jurang kemiskinan. Tidak usah heran, berbagai kenikmatan hidup yang saya sebutkan di atas membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tentu kita pernah melihat orang yang saat muda gaya hidupnya hedon, akhirnya malah harus menderita saat sudah tua.

Saat masih muda, rumahnya begitu besar, mobilnya begitu banyak, bisnisnya begitu berkembang, tapi saat sudah tua, terpaksa tinggal di rumah kontrakan sederhana, kemana-mana naik kendaraan umum, dan terpaksa hidup dari hutang yang satu ke hutang yang lainnya alias gali lubang tutup lubang.

Tentunya, kita tidak mau menghabiskan masa tua kita seperti itu bukan?

Cara menghindari gaya hidup hedonisme  

Kita harus sadar, bahwa kehidupan kita sebagai manusia bukan tentang bersenang-senang saja. Kita harus sadar, bahwa kehidupan manusia sangatlah dinamis. Ada berbagai faktor yang membuat hidup manusia tidak dapat diprediksi, seperti angka inflasi yang semakin tinggi, faktor sosial dan politik, hingga pandemi. Jadi, kita jangan terus-terusan punya gaya hidup yang hedon.

Kita harus sama-sama memikirkan masa depan dengan mengatur uang yang kita miliki secara bijak. Ada dana yang kita simpan untuk keadaan darurat, ada dana yang kita simpan untuk investasi, dan ada dana yang kita simpan untuk perilaku hedon kita. Saat ini sudah banyak edukator manajemen keuangan yang bisa kita pelajari di internet, tinggal kita praktikan saja.

Sesekali berperilaku hedon tidak apa-apa, namanya juga manusia. Sesekali beli mobil mewah, makan-makanan enak, maupun berlibur tidak apa-apa. Tapi pastikan kamu sudah melek ilmu manajemen keuangan yang sehat terlebih dahulu.

Pastikan kamu sudah punya dana darurat yang bisa kamu gunakan dalam keadaan genting. pastikan kamu sudah punya asuransi jiwa yang bisa kamu pergunakan saat kamu jatuh sakit, atau ketika kamu meninggal dunia. Pastikan juga kamu tidak berhutang hanya untuk berperilaku hedon.

Bukannya apa-apa, saat ini ada begitu banyak orang yang bela-belain berutang pada bank, pinjaman online, atau pada kerabat terdekatnya untuk berperlaku hedon. Hanya untuk menyenangkan diri sendiri dan terlihat kaya di depan orang lain. Tentu, hal ini tidak bijak sama sekali.

Kesimpulan

Kesimpulannya, gaya hidup hedonos muncul karena naluri alami manusia. Sudah dari sononya manusia ingin hidupnya enak tanpa harus bersusah payah.

Kamu juga harus bisa mengontrol diri kamu supaya tidak hedon setiap hari karena tidak baik untuk kesehatan finansial kamu. Kamu harus punya literasi keuangan yang baik terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan hedon.

Itu pun tidak setiap hari kamu lakukan. Sekalipun kamu sudah sekaya Bill Gates, tidak bijak untuk terus-terusan hidup hedon karena kehidupan kita sangatlah dinamis, seperti yang sudah saya sebutkan di atas.

Posting Komentar untuk "Gaya Hidup Hedonis: Contoh dan Cara Menghindarinya"