Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengendalikan Diri dari Emosi

Cara Mengendalikan diri Dari Emosi
Pexels.com
Cara Mengendalikan diri Dari Emosi – Tolong beritahu saya apabila Anda pernah mengalami kondisi di mana Anda sedang berkendara, tiba-tiba Anda kemudian disalip pengendara lain dengan seenak perutnya. Anda langsung kaget dan emosi dibuatnya. Beberapa nama hewan dan juga sumpah serapah pun keluar dari mulut Anda.

Jika Anda sudah akrab dengan kondisi di atas, Anda barangkali termasuk orang yang susah sekali mengendalikan emosi. Barangkali juga Anda sudah merasakan dampak negatif dari emosi tersebut seperti stres, tekanan darah tinggi, lalu serangan jantung, gangguan tidur, stroke, atau mungkin gangguan pernapasan (asma).

Berita baiknya, Anda kini dapat mengendalikan emosi diri sendiri. Tujuh cara di bawah ini adalah bakal membantu Anda melakukannya.

Cara mengendalikan diri Dari Emosi

1. Dengan menenangkan diri

Dari perspektif marah, marah bisa dilihat menjadi sebagai sebuah siklus agresi (aggression cycle) yang terdiri dari adanya eskalasi, eksplosi, dan pasca-eksplosi. Oleh karena itulah, saat Anda marah, tenangkan saja diri sehingga siklus agresi Anda berantakan. Dengan pikiran tenang, maka Anda bisa berpikir logis dan juga mencari solusi.

Untuk kemudian menenangkan diri, Anda bisa melakukan cara-cara berikut:

Tarik napas dulu dalam-dalam – Saat menarik napas, silakan fokuskan pikiran Anda pada napas yang sudah masuk ke hidung atau bayangkan pemandangan yang indah. Lakukan terus berulang sehingga Anda bisa menurunkan emosi sedikit dengan sedikit.
Hitung 1 s.d 10 – Dalam hati, coba hitung dari satu sampai sepuluh secara perlahan guna meredakan emosi. Jika perlu, lakukanlah beberapa kali.
Alihkan perhatian – Anda kemudian bisa mengalihkan perhatian pada hal-hal lain seperti menonton TV atau pergi ke toilet.

2. Munculkan rasa empati

Pemicu marah biasanya terkadang dari hal sepele. Untuk menghindari masalah sepele ini agar tidak menjadi besar, berempatilah. Empati merupakan keadaan mental yang akan membuat Anda merasakan keadaan atau juga pikiran orang lain.

Kembali juga kepada contoh pengendara yang menyalip Anda, berempatilah kepadanya. Mungkin dia lagi buru-buru atau memang karakternya sudah begitu, ya. Dengan berempati, Anda pasti tidak akan mengeluarkan sumpah serapah dan nama hewan.

Contoh lain, jika pasangan Anda ngomel-ngomel, berempatilah kepadanya. Mungkin saja dia lelah memasak, membereskan rumah, dan juga mengurus anak sehingga kondisi mentalnya tidak stabil.

Anda barangkali akan sedikit susah berempati karena merasa diri lebih superior. Namun, kuatkanlah juga dalam melakukannya karena memang tujuan Anda adalah meredam marah.

3. Mengingat adanya dampak negatif yang akan terjadi

Emosi yang meluap-luap akan membuat yang bersangkutan gelap mata. Jika sudah demikian, dia bakal memukul, berteriak, memaki, atau bahkan merusak barang-barang yang ada. Nah, untuk menghindari semua keadaan ini, ingatlah dampak negatif yang akan terjadi apabila Anda tidak bisa melawan emosi.

Sebagai contoh, Anda mungkin sedang bertengkar hebat dengan isteri Anda. Saat amarah meledak (misalnya Anda ingin memukul), ingat dampak negatif yang nantinya terjadi seperti isteri Anda akan lebam mukanya, mertua kemudian membenci Anda, atau Anda dilaporkan isteri Anda ke polisi sebab melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

4. Menganggap hari terakhir adalah hari Anda hidup

Jika Anda masih saja sulit mengontrol emosi, anggap hari ini adalah saat Anda marah adalah hari terakhir Anda hidup. Dengan kemudian menganggap seperti itu, emosi Anda akan mereda dengan sendirinya sebab Anda ingin mati dengan membawa kebaikan, bukan membawa emosi.

5. Memaafkan dan melupakan

Anda mungkin sering mengungkit-ungkit masalah lama sehingga emosi Anda meluap lagi? Mulai sekarang, coba maafkan mereka yang telah memberi Anda masalah (misalnya dengan menyakiti, membohongi, merendahkan, atau menjelekkan Anda) dan juga lupakan.

Cara ini merupakan cara favorit saya dalam menghilangkan suatu emosi. Dengan memaafkan dan juga melupakan, saya bisa berfokus langsung pada hal-hal penting yang berdampak positif pada kehidupan saya. Selain itu, saya terhindar dari balas dendam.

6. Membaca tauz

Jika Anda adalah seorang yang beragama Islam, baca ta’awudz (a-‘udzu billahi minas syaithanir rajiim) untuk menahan diri ketika sedang marah. Dengan terus membaca ta’awudz tersebut, Anda itu berarti sedang memohon perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan setan yang merupakan sumber amarah.

7. Berolahraga

Cara lain yang kemudian bisa Anda lakukan untuk mengatasi emosi adalah dengan berolahraga seperti berjalan kaki, bermain sepak bola, lari, atau mungkin berenang. Apa pun jenisnya, olahraga itu dapat menstimulasi zat-zat kimia dalam otak yang membuat Anda lebih rileks dan juga bahagia. Selain itu, olahraga juga akan menguras energi Anda secara positif sehingga melenturkan semua ketegangan syaraf Anda.

Penyebab seseorang emosi

Akibat gejala depresi ringan

Ada banyak sih derajat depresi, mulai dari yang sementara, yang merupakan bagian dari kehidupan manusia normal, hingga klinis, yang biasanya dapat sangat merusak kehidupan seseorang,” kata Dr Deitz. "Gejala depresi dengan tingkat rendah tidak menghalangi fungsi sehari-hari seperti depresi klinis, tetapi mereka itu dapat membuat seseorang tampak terus-menerus pemarah dan juga pesimis," katanya.

Kecemasan

“Ketika orang-orang merasakan gelisah, mereka dalam keadaan terangsang yang tinggi sehingga mereka bakal lebih mudah marah,” kata Dr Deitz. “Sesuatu yang sebenarnya nggak terlalu menjengkelkan, jika Anda sedang merasa cemas, akan menyebabkan reaksi yang berlebihan atau bahkan akan membuat Anda meledak-ledak.”

Demensia

Ketika Anda sudah mulai melupakan hal-hal kecil, seperti mengingat nama orang atau mungkin meletakkan barang-barang, berarti itu wajar untuk menjadi frustrasi dan juga marah. “Secara umum, saya menganggap frustasi berkaitan sekali dengan kebutuhan yang tidak terpenuhi karena lupa tersebut. Dan frustasi itulah dapat bermanifestasi menjadi sesuatu yang seakan-akan akan menjadi mudah marah kepada orang lain”.

Kurang tidur

“Tidur teramat penting untuk kesehatan mental yang baik, sehingga jika Anda nanti kurang tidur maka Anda akan mudah marah”.

Itulah cara mengendalikan diri dari emosi.

Posting Komentar untuk "Cara Mengendalikan Diri dari Emosi "