Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hipokinetik Adalah Gaya Hidup Kurang Bergerak, Begini Penjelasannya

Hipokinetik Adalah
Pexels.com

Hipokinetik adalah kondisi di mana seseorang kurang bergerak seperti pada penggunaan remote control, komputer, lift, dan tangga berjalan, tanpa dimbangi dengan melakukan aktivitas fisik yang akan menimbulkan penyakit karena akibat kurang gerak.

Coba lihat, melihat masa lalu yang penuh dengan aktivitas menjadikan pertumbuhan dan perkembangan, terutama dalam segi fisik membantu meningkat dan bermanfaat untuk masa sekarang.

Contoh seorang kakek berusia sekitar 60 tahun yang masih mampu bekerja di sawah, seorang bapak usia 50 tahun yang masih bisa melakukan aktivitas fisik dengan aktivitas bersepeda dan bermain bulu tangkis. Hal tersebut memiliki pengaruh dari aktivitas yang dilakukan do masa usia dini.

Berbeda dengan perkembangan masa sekarang di mana kemajuan teknologi pada saat ini seakan membikin pertumbuhan dan perkembangan menjadi sangat terhambat.

Namun, ini bukan karena adanya teknologi saja yang kerap menjadi faktor penghambatnya, tetapi dikarenakan juga manusianya yang menginginkan teknologi ini menjadi alat bantu untuk mengefesiensikan pekerjaan. Terutama tentu saja bagi berbagai pekerjaan yang harus membutuhkan aktivitas gerak.

Contoh yang terjadi, misalnya apabila kita berpergian kepusat pembelanjaan. kita pasti memilih ekskalator dibandingkan dengan harus menaiki tangga, memindahkan chanel tv dengan menggunakan remot, berpergian kesekolah dengan menggunakan sepedah motor atau mobil, lebih asyik bermain handphone jika dibandingkan dengan bermain aktivitas fisik dengan teman sebaya, dan masih banyak hal lainnya. Hal ini tentu akan menjadikan pertumbuhan dan perkembangan gerak anak menjadi terhambat.

Apa itu Hipokinetik?

Hipokinetik adalah istilah dalam dunia kedokteran. Ia mengacu pada suatu gejala penyimpangan mental yang kemudian ditandai dengan kepasifan gerak dan juga respon pada individu penderitanya. Kondisi ini kalau tanpa diimbangi dengan aktviitas fisik akan menimbulkan suatu penyakit akibat kurang gerak.

Jika diimplikasikan di kehidupan biasa, hipokinetik dapat diartikan sebagai karakter atau kebiasaan seseorang yang kemudian malas untuk melakukan sesuatu, baik itu dalam menyelesaikan masalah atau pun mencoba hal-hal baru.

Pada akhirnya, kehidupan mereka akan bersifat monoton atau diam di tempat (statis). Hidup mereka bak air mengalir, tenang, dan damai. Tidak ada rasa keinginan untuk menjadi lebih diantara mereka.

Terkait dengan adanya kata monoton, ini merupakan kebiasaan banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, mulai dari segi budaya, lingkungan atau keadaan alam Indonesia itu sendiri.

Wilayah Indonesia yang pada dasarnya termasuk dalam wilayah tropis, dengan dua musim (musim hujan dan kemarau) membikin bermacam-macam tumbuhan dapat tumbuh subur. Ditambah lagi dengan kandungan alam Indonesia yang lumayan menggiurkan

Dengan adanya kekayaan yang seperti itu, sudah seharusnya masyarakat Indonesia mampu dalam mengolah dan memanfaatkannya demi kesejahteraan mereka sendiri. Namun, kenyataannya tidak, mereka lebih banyak melakukan bertopang dagu dengan "menunggu" datangnya peluang.

Penyakit Hipokinetik

Penyakit hipokinetik adalah penyakit yang berhubungan dengan kurang gerak (inacitvity) atau bisa juga disebut dengan gaya hidup sedenter (sedentary). Kehidupan sehari-hari yang memang kurang aktif bergerak atau berolahraga akan menjadi faktor risiko terjadinya penyakit hipokinetik (Bustan, 2011).

Karena itulah keadaan hipokinetik ini disebut juga sebagai penyakit perilaku (behavioral diseases). Selain itu, penyakit ini kemudian berlangsung secara menahun atau mempunyai “masa inkubasi” yang panjang sehingga ia termasuk ke dalam penyakit kronik.

Adapun penyakit yang termasuk ke dalam penyakit hipokinetik yaitu berbagai penyakit kronik yang berkaitan dengan kurangnya pola hidup aktif, di dalamnya juga termasuk kegemukan, diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, strok, osteoporosis, osteoarthritis, dan kanker.

Penyakit-penyakit itu timbul sehubungan dengan adanya gaya hidup, disertai juga dengan berbagai faktor risiko lainnya yang sesuai dengan hadirnya masing-masing penyakit. Penyakit hipokinetik terjadi atas gaya hidup yang kurang gerak, namun pola sedenter ini sih bukan satu-satunya penyebab keadaan ini.

Berbagai faktor yang memang mendukung terjadinya penyakit ini disebut sebagai faktor-risiko yang terdiri atas berbagai macam faktor atau faktor ganda (multiple factors) yang kemudian meningkatkan kemungkinan risiko terjadinya penyakit hipokinetik. Penyakit hipokinetik mempunyai faktor risikonya masing-masing, selain adanya faktor sendeter itu sendiri.

Penyakit hipokinetik juga bisa masuk ke anak usia dini. Namun, pada anak usia dini dapat diminimalisir dengan cara mengetahui tentang fase-fase pertumbuhan dan juga perkembangan gerak (motorik) anak pada usiannya

Pada dasarnya, perkembangan ini kemudian berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap mereka melakukan gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang sangat kompleks dari berbagai bagian dan juga system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.

Memahami arti gaya hidup kurang bergerak

Ini adalah gaya hidup yang monoton. Ia bertambah ketika mereka enggan untuk melakukan sesuatu yang terbilang baru. Keengganan ini kemudian terjadi karena alasan takut dan juga malas untuk memulainya. Ini terjadi biasanya disebabkan karena pola pikir masyarakat Indonesia yang telah membudaya yakni untuk selalu saja mencari pilihan dan posisi yang aman. Mereka bahkan tidak mau mengalami kegagalan atau kerugian yang sangat besar.

Pada dunia bisnis, hanya sedikit saja generasi muda yang berminat untuk mencoba terjun langsung ke dunia kewirausahaan maupun bisnis. Mereka justru lebih memilih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan alasan masa depan yang lebih terjamin.

Kesimpulan

Memang sulit sih untuk merubah kebiasaan gaya hidup kurang bergerak ini. Namun, tak ada sesuatu yang tak mungkin di dunia ini apabila mau melakukanya.

Dengan memulai membangun pemikiran bahwa hasil maksimal bakal didapatkan jika berusaha dengan sungguh-sungguh, maka pasti akan menanamkan pemikiran juga bahwa hasil yang baik dan memuaskan tidak akan pernah datang secara dengan instan. Sehingga, ia diharapkan akan tumbuh kebiasaan dalam bekerja keras.

Itulah penjelasan tentang gaya hidup hipokinetik.

Posting Komentar untuk "Hipokinetik Adalah Gaya Hidup Kurang Bergerak, Begini Penjelasannya"